Ayat ini menekankan hubungan erat antara pengetahuan dan rasa takut kepada Allah. Orang yang memiliki ilmu dan pengetahuan yang benar tentang Allah akan cenderung memiliki rasa takut yang lebih mendalam kepada-Nya, yang berimplikasi pada ketaatan dan amal saleh. Semakin dalam ilmu seseorang, seharusnya semakin dalam pula rasa takutnya kepada Allah. Ilmu yang sejati membimbing manusia menjadi rendah hati, bukan tinggi hati; menjadi bijak, bukan sombong; menjadi penyebar cahaya, bukan sumber kegelapan.
Kedua: Ilmu yang Tidak Diamalkan Sama dengan Kegelapan;
Syekh Wahbah Zuhaili menegaskan, ilmu yang tidak diamalkan tidak memberi manfaat. Rasulullah SAW bersabda:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat.” (HR. Muslim)
Makna yang terkadung dari “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat” adalah permohonan kepada Allah agar dijauhkan dari ilmu yang tidak memberikan kebaikan, tidak diamalkan, tidak menjadikan seseorang semakin bertakwa, dan justru menimbulkan keburukan di dunia maupun akhirat. Ilmu yang tidak bermanfaat adalah ilmu yang tidak mengantarkan pemiliknya pada keridaan Allah, tidak memberikan kebaikan bagi diri sendiri maupun orang lain, serta tidak menambah pemahaman tentang kebenaran.













