Ilmu bukan sekadar hafalan, tetapi cahaya yang menghidupkan hati dan menumbuhkan ketundukan kepada Allah SWT. Allah berfirman:
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama.”( QS. Fathir: 28).
Ayat QS. Fathir: 28 menegaskan bahwa di antara hamba-hamba Allah, hanya orang-orang yang berilmu (ulama) yang benar-benar takut kepada-Nya karena pengetahuan mereka tentang kebesaran dan kekuasaan Allah memperdalam rasa takut dan kagum mereka, yang kemudian mendorong mereka untuk taat dan mengamalkan ajaran-Nya.
Penjelasan Ayat diatas: 1) Makna “Ulama”: Dalam konteks ayat ini, ulama bukanlah sekadar orang yang memiliki gelar atau pakaian tertentu, melainkan siapa pun yang memiliki ilmu pengetahuan mendalam tentang Allah, sifat-sifat-Nya, dan ciptaan-Nya. 2) Ilmu sebagai Kunci Ketakutan: Semakin sempurna pengetahuan seseorang tentang kebesaran Allah, semakin sempurna pula ketakutannya. Rasa takut ini adalah takut yang positif, mendorong untuk patuh dan mengagungkan-Nya. 3) Konsekuensi Pengetahuan: Para ulama, dengan pengetahuan mereka, dapat memahami kebesaran Allah melalui ciptaan-Nya, seperti fenomena alam, dan hal ini membuat mereka semakin tunduk dan takut kepada Sang Pencipta. 4) Ketakutan yang Mendorong Amal: Ketakutan yang benar kepada Allah ini akan menjadi motivasi untuk membaca dan mengamalkan Al-Qur’an, serta melaksanakan ibadah lainnya, karena mereka mengharapkan balasan dari Allah yang tidak akan pernah merugikan.













