“Saya berharap ke depannya, untuk masyarakat yang punya rumah dengan konsep vertikal, bisa dibuat Buruan Sae, buktinya di masjid ini bisa,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala DKPP Kota Bandung, Gingin Ginanjar mengungkapkan, hadirnya Buruan SAE di masjid merupakan bagian dari program DKPP yaitu ‘Mamatahan atau Masjid Alus Tur Makmur Hejo Pekarangan’.
Selain menjadi tempat ibadah, masjid juga berfungsi untuk ketahanan pangan warganya.
Bahkan menurut Gingin, selain di tempat ibadah juga diupayakan hadir di perusahaan maupun instansi pemerintahan, dan juga di hotel-hotel.
“Kita masih tersisa 40 kelurahan jadi tahun ini targetnya selesai di 151 kelurahan, minimal satu kelurahan satu poktan,” ucapnya.
“Kita juga sudah berbicara dengan Disbudpar. Kita imbau untuk memanfaatkan pekarangannya untuk Buruan SAE. Karena secara kondisi ini menjadi yang paling tepat untuk membangun ketahanan pangan karena Kota Bandung tidak punya lahan,” terangnya.













