“Sampai-sampai mereka yang tidak punya lahan, seperti di sini sepakat untuk menggunakan rooftop. Saya berharap ini menjadi role model,” imbuhnya.
Menurutnya, banyak sekali manfaat yang bisa dirasakan dari program Buruan SAE. Apalagi program ini terintegrasi dengan program Kang Pisman.
Sehingga urusan ketahanan pangannya selesai, dan permasalahan sampahnya pun teratasi dengan baik.
Maka dari itu Oded terus mengajak warga Kota Bandung untuk sama-sama mengembangkan program Buruan SAE.
Warga bisa memulainya dengan membentuk kelompok tani kemudian mengajukannya ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP).
“Seandainya semua masjid di kota Bandung meniru seperti di masjid Kalijaga, nanti warganya tidak perlu lagi mencari sayuran pakcoy, kol, cengek, lele dan lainnya ke pasar, paling mencari terasi dan gula,” tuturnya.











