Regional

Bupati Kapuas: Peladang Tradisional Bukan Penyebab Karhutla

KUALA KAPUAS, BEDAnews.com – Masyarakat Kalimantan, khususnya di Kalimantan Tengah banyak peladang tradisional yang membuka lahan pertanian dengan cara membakar. Namun para petani tradisional itu melakukan pembakaran untuk membuka lahan diluar lahan gambut.

Bupati Kapuas, Ben Brahim S Bahat, mengungkapkan hal itu usai memimpin rapat Koordinasi bersama Kepala Perangkat Daerah didampingi Wakil Bupati, HM Nafiah Ibnor dan Pj Sekda Kabupaten, H. Masrani, di Aula Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kapuas, beberapa waktu  lalu.

“Para peladang tradisional yang ada di Kalimantan dan Kalimantan Tengah khususnya, memang membuka lahan pertanian dengan cara membakar, akan tetapi mereka membakar lahan yang tanahnya banyak mengandung mineral atau bukan lahan gambut yang sangat mudah terbakar,” papar Ben.

Ia pun mengungkapkan, kalau masyarakat Kalimantan Tengah membakar lahan menggunakan tata cara tertentu yang memungkinkan tidak terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan.

“Mereka membakar lahan dengan menggunakan tata cara atau teknis tertentu agar tidak terjadi Karhutla. Yang saya tahu, pertama lahan yang akan dibakar terlebih dahulu disekat atau dibatasi dan melihat arah mata angin agar api tidak menjalar kemana-mana,” ujarnya.

Sementara itu Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan, Karhutla yang terjadi adalah berada dilahan gambut dan tidak disebabkan oleh peladang tradisional. Lahan gambut sendiri terdiri dari pembusukan tanaman yang ada diatasnya, sehingga ini yang sangat memungkinkan terjadinya Kebakaran Lahan.

“Lahan gambut ini terdiri dari pembusukan semak – semak belukar, kayu dan tumbuhan yang lainnya sehingga pada saat musim kering (Kemarau) paling rentan dengan terjadinya kebakaran walau hanya terkena panas matahari yang sangat terik dan berpotensi menimbulkan api, jadi sekali lagi karhutla yang terjadi bukan karena peladang,” tegasnya.

Dijelaskannya, dalam proses membakar lahan harus berlawanan dengan arah angin, jika tidak ada angin sama sekali maka pembakaran harus dilakukan dengan mengelilingi dari sekat yang telah dibuat agar api bertemu dititik yang sudah ditentukan. (Tatang S)

Selanjutnya

Related Articles

Back to top button
Close