Inovasi engineering dari sisi keuangan juga telah banyak dilakukan dalam sistem keuangan peternak agar skim keuangan KUR dan perbankan dapat menyesuaikan dan adaptif dengan pola produksi dari setiap sistem budidaya baik penggemukan yang relatif lebih pendek maupun pola produksi pembibitan atau pembiakan yang lebih panjang. Terakhir, pengembangan engineering keuangan korporasi ini sudah mengarah pada sistem transaksi keuangan usaha yang aman dan melibatkan peternak atau kelompok secara aktif mengatur tatakelola kebutuhan usahanya.
Selain untuk pemenuhan pasar domestik, domba dan kambing Indonesia mampu bersaing dan menjadi pemain baru ekspor di tingkat wilayah regional ASEAN khususnya tiga negara tujuan yaitu Malaysia, Singapura, dan Brunei yang selama ini pemasok utama ternaknya berasal dari negara Australia.










