Uten menilai, Arteria tidak mengerti makna dari kata Sunda yang di dalamnya
mengandung nilai-nilai peradaban luhur yang sangat tua, dan Edy tidak memahami nilai-nilai luhur adat lokal Kalimantan yang selama ini berjasa menjaga keseimbangan ekosistem alam.
Arteria dan Edy juga dinilai tidak paham makna nasionalisme Indonesia yang di dalamnya mengandung nilai-nilai luhur bahasa, adat, dan kearifan lokal dari berbagai suku bangsa Nusantara.
“Oleh karena itu, siapapun yang mengaku warga Indonesia, apalagi mengaku kaum elit negeri ini harus bisa saling menghargai dan menghormati bahasa dan adat istiadat masing-masing suku bangsa,” tegasnya.
Namun demikian, budayawan yang sebelumnya berprofesi sebagai jurnalis itu mengajak masyarakat
Idonesia untuk menyikapi fenomena munculnya kemarahan para tokoh dan masyarakat adat di tanah air dengan sudut pandang yang positif.













