Karena itu sangat wajar, masyarakat Sunda dan Kalimantan marah, dan kemarahan mereka itu juga merupakan ekspresi kekesalan dan kekecewaan rakyat terhadap kenyataan bahwa bagaimana mungkin para elit politisi bisa mempertontonkan sikap bodoh di ruang publik.
“Dengan kejadian ini, mari kita ambil hikmahnya bahwa bangsa ini sudah saatnya balik ke hulu dan ke akar. Di hululah kejernihan dan kemurnian nilai-nilai kehidupan masih terpelihara, dan dengan akarlah kita sebagai bangsa akan tumbuh besar dan kuat. Akar dan hulu itu adalah nilai-nilai adat dan budaya bangsa kita sendiri,” kata Uten. (Red).
Page 4 of 4













