Bandung, BEDAnews
Bantuan operasional sekolah (BOS ) untuk 1,5 juta siswa SLTA di Jawa Barat dari Bulan Juli sampai Desember dari Jumlah keseluruhan Rp. 1.5 Triliun pertahunnya, Rp. 750 miliar belum dimasukkan ke dalam nota pengantar Anggaran Pendapatan dan belanja Daerah (APBD) Perubahan TA 2013.
Hal ini diungkapkan Deden Darmansyah anggota badan Anggaran DPRD Jawa Barat kepada wartawan di DPRD Jabar, usai rapat paripurna DPRD Jabar penyampaian nota anggaran APBD Perubahan TA 2013 di DPRD Jabar, Senin (26/8/2013).
Dikatakan Deden, “Pendapatan APBD Perubahan TA 2013 ini, BOS SLTA belum dimasukkan ke dalam draf APBD perubahan, padahal dari APBN akan muncul Rp. 1 Juta rupiah per anak untuk siswa SLTA Se-Jabar sekitar 1,5 juta siswa, berarti sebesar Rp. 1,5 triliun. Tapi akan kita terima setengahnya dari bulan Juli-Desember atau sekitar Rp. 750 Miliar, itu belum masuk.”
Badan anggaran DPRD Jabar, lanjut Deden, mendesak pemprov Jabar untuk memberikan Bos Pendamping dari APBD provinsi sebesar Rp. 250 ribu per siswa. Jadi siswa SLTA itu akan terima Rp. 1.250 ribu persiswa pertahun atau sekitar Rp. 625 ribu per semester.
Sehingga, janji gubernur untuk SLTA Gratis ini, tidak bisa tidak harus dilaksanakan, dengan catatan tidak ada Bupati Walikota yuang mencabut subsidi Bos SLTA bila di APBDnya sudah dimasukkan, karena pada saat kami memasukkan Bos SLTP dulu ternyata APBD II (kabupaten/kota) mencabutnya.
Setelah ditetapkan APBD perubahan ini, dan evaluasi kemendagri mudah-mudahan ini akan masuk dan DPRD terima kembali ini akan kami masukan yang Rp. 700 miliaran itu, tutur anggota Fraksi PDI Perjuangan ini. (hermanto)











