Pihak Aplikator mengklaim bahwa Platform Fee yang mereka ambil dipotong dari Konsumen. Padahal Faktanya Platform Fee nilainya lebih besar dari kenaikan tarif yang dibebankan terhadap konsumen.
Tarif terdekat sebelum ada platform fee adalah Rp. 8.900, sementara tarif terdekat setelah ada platform fee adalah Rp. 9.200. Selisihnya adalah Rp. 300,- Jika Platform Fee dari konsumen, seharusnya biayanya sesuai selisih kenaikan yaitu Rp.300
“Faktanya biaya Platform Fee jarak terdekat yang mereka ambil dari Saldo Ojol dalah Rp. 1.200,- dan semakin besar apabila jarak semakin jauh,” bebernya.
Berdasarkan kajian tersebut, Serikat Transportasi Tasikmalaya menolak dan menuntut penghapusan program layanan turbo dan biaya paltform fee.
“Jika dalam 3 hari tuntutan kami tidak dipenuhi, maka kami akan melaksanakan AKSI & GERAKAN OFFLINE 10- 09 – 2026,” pungkasnya. (Suslia)
![{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"addons":1,"transform":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}](https://bedanews.com/wp-content/uploads/2026/09/Picsart_26-09-04_16-40-26-503-750x375.jpg)












