“Peran Agen Pemulihan bukan menggantikan tenaga profesional, tetapi menjadi bagian dari jejaring pemulihan di masyarakat. Mereka perlu memahami bagaimana mengenali permasalahan, melakukan pendekatan awal, memberikan motivasi untuk pulih dan melakukan rujukan kepada layanan yang sesuai,” jelas Sardiyanto.
Menurut Sardiyanto, pendekatan IBM penting karena proses pemulihan seseorang tidak berhenti ketika mendapatkan layanan rehabilitasi. Dukungan lingkungan setelahnya juga menjadi bagian penting agar seseorang dapat mempertahankan proses pemulihannya.
“Jangan sampai seseorang yang sudah memiliki keinginan untuk pulih justru tidak mendapatkan dukungan dari lingkungannya. Karena itu, Agen Pemulihan harus mampu membangun kolaborasi dengan Puskesmas, pemerintah wilayah, BNN, Bapas, keluarga dan unsur masyarakat lainnya,” ungkapnya.













