Kak Budi mengakui bahwa, hingga saat ini Satuan Karya Anti Narkoba belum terbentuk di lingkungan Pramuka Jawa Tengah, padahal keberadaannya sangat penting dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui kegiatan yang produktif dan edukatif.
“Bagaimana membangun branding kesadaran anti narkoba melalui kegiatan kepramukaan yang menarik dan tidak membosankan menjadi tantangan bersama. Di Pramuka, pendidikan dilakukan sambil bermain sehingga tanpa disadari mereka belajar hal-hal positif,” katanya.
Kwarda Jawa Tengah juga menyatakan, kesiapan untuk mendukung sosialisasi anti narkoba kepada seluruh anggota Pramuka di Jawa Tengah.
“Kami sangat konsen terhadap persoalan narkoba karena saat ini sudah merambah semua kalangan. Kader-kader Pramuka bisa menjadi Sahabat BNN sekaligus agen pencegahan melalui pendekatan teman sebaya,” ujar Kak Budi.













