Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, sudah menelepon Iran. Dengan bahasa diplomatik yang halus tapi isinya keras, dia bilang: “Selat Hormuz harus normal. Navigasi bebas harus kembali. Terjemahan bebasnya: Amerika, jangan ganggu bisnis kami.”
Dan ada yang lebih menarik. Rusia, dengan sigap, sudah menawari China: Kekurangan minyakmu karena blokade, nanti kami ganti. Coba bayangkan implikasinya. China dan Rusia, dua negara adidaya, mulai saling bahu-membahu karena satu alasan: ulah AS yang memblokade Iran. Saya tidak bilang mereka akan langsung membentuk aliansi militer. Tapi arahnya ke sana. Perlahan tapi pasti.
Dunia sedang bergerak menuju tatanan baru. Poros Beijing-Moskwa-Teheran mulai terbentuk. Dan AS, dengan blokadenya, justru mempercepat proses itu. Ironis, bukan?













