Bandung, BEDAnews
Sejak dibentuknya Badan Kerjasama Pembangunan (BKSP) DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten beberapa waktu lalu yang di Ketuai oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, kini tengah menyusun program prioritas BKSP untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Cianjur atau lebih dikenal Jabodetabekjur.
“Penyusunan grand design Jabodetabek 2014-2034 diantaranya berkaitan dengan penanganan banjir kawasan Jabodetabek, transportasi /kemacetan, penyediaan air bersih (air baku) untuk Ibukota Negara, percepatan pembangunan pusat pengolahan, perdagangan, dan industri hasil bumi (terminal agribisnis /subterminal agribisnis) dalam rangka ketahanan pangan,” jelas Sekretaris BKSP Jabodetabekjur, Asep Sukarno saat ditemui wartawan di Gedung Sate Bandung.
Adapun Grand Design yang dibuat berma-sama ini, nantinya dapat dijadikan acuan bagi para pelaku pengambil kebijakan di tingkat Provinsi Jabar, DKI Jakarta dan Banten dalam menindak lanjuti dalam kebijakan 9 bidang, yang terdiri dari bidang penataan ruang, permukiman, sarana dan prasarana, sumberdaya air, kebersihan dan lingkungan hidup, transportasi, perhubungan dan pariwisata, agribisnis, koperasi dan usaha kecil menengah, industri, perdagangan, pertambangan dan investasi, kependudukan, ketentraman dan ketertiban, kesehatan dan pendidikan, sosial dan tenaga kerja.
Dari kesembilan bidang tersebut, di tahun 2013 ini ada lima (5) bidang yang menjadi skala prioritas yaitu bidang Tata ruang, Kemacetan lalulintas/ transportasi; Penanganan Banjir di Jabodetabekjur ; Ketahanan Pangan dan Kependudukan.
Lebih lanjut, dikatakanya, penanganan banjir di kawasan Jabodetabek selama ini penanganannya dilakukan sendiri-diri/ tidak terintegritas dan bersifat fersial. Untuk itu, dengan adanya grand design banjir, kepala daerah, lembaga, dan perindustrian dalam mengatasi banjir dapat terintergral. Hal ini sesuai dengan arahan dari Gubernur Jabar selaku Ketua BKSP Jabodetabek.
Sedangkan yang berkaitan dengan bidang ketahanan pangan, kini sedang direncanakan pembangunan pusat agrobisnis/ terminal agrobisnis. Hal ini demi menunjang hasil bumi, seperti perntaian, perkebunan dan peternakan. Sehingga para petani dapat menjual hasilnya ke pusat agrobisnis tanpa melalui tengkulak. Bila kesembilan bidang tersebut dapat berjalan, diharapkan tingkat perekonomian dan kehidupan masyarakat di wilayah Jabodetabek akan lebih baik dan sejahteraha. (hermanto)











