Okta menjelaskan, pada umumnya pandemi Covid-19 ini tidak berpengaruh banyak pada usaha bidang ternak ayam potong, karena kebutuhan pasar tetap stabil meski di tengah pendemi Covid-19.
Namun demikian, sejak pendemi Covid-19 mewabah negeri ini, dirinya mengaku mengalami keterlambatan pembayaran dari konsumen dan penurunan permintaan ayam untuk hajatan.
“Memang sejak pandemi Covid-19 kita mengalami modal yang macet di pasaran, namun masih bisa kita atasi,” ungkap Okta
“Yang paling terasa mungkin permintaan konsumen untuk hajatan, pembatasan kegiatan sedikit membuat omzet turun,” jelasnya.
Lanjut Okta, untuk mensiasati penurunan omzet dari usaha ayam potong, Ia mengembangkan unit usaha lain seperti pertanian dan perikanan.
“Untuk mengimbangi penghasilan, saya saat ini mengembangkan usaha perikanan dan juga pertanian.” Pungkasnya(HM)













