Beliau juga menegaskan bahwa, pendekatan partisipatif berbasis komunitas merupakan strategi kunci BNN dalam menyentuh aspek akar rumput masyarakat. “Kami percaya bahwa desa-desa seperti Ponggok dan para penggiat seperti Bapak-Ibu semua hari ini adalah ujung tombak dalam misi menyelamatkan bangsa dari bahaya narkotika,” tambahnya.
Penghargaan ini diberikan kepada berbagai pihak, mulai dari Kepala Desa, lembaga vokasional pasca-rehabilitasi, media, hingga relawan dan koordinator program Desa Bersinar. Beberapa penerima di antaranya adalah Universitas Negeri Semarang (Kampus Bersinar), TA TV Surakarta (Media Partner P4GN), RS Soeroyo Magelang (Lembaga Rehabilitasi Pemerintah) Sentra Terpadu Kartini Temanggung dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Surakarta (Lembaga Vokasional Klien Pasca Rehabilitasi), serta beberapa tokoh penggiat / relawan anti narkoba seperti Anton Sanjaya, SE, Drs. Djoko Sutrisno, MM, Ir. Sugeng Santosa, Dedy Santosa, AmTh, dan H. Junaedhi Mulyono, Kepala Desa Ponggok.













