Bahkan, saat itu seorang hamba sepertinya merasa senang jika masih ada hak pada anak atau saudaranya. Sebab, pada hari Kiamat tidak ada hubungan nasab. Meskipun saat di dunia saling mengenal, tetapi pada hari itu keadaan mereka tidak saling sapa.
Lebih berat lagi, sebagaimana yang diceritakan hadis, disebutkan tuntutan di akhirat bukan saja datang dari sesama manusia, tetapi juga sesama makhluk seperti hewan yang pernah disiksa. (Lebih lengkapnya, silahkah lihat kitab Fathul Bari, jilid 13, hal 457). Berbeda halnya dengan dosa kepada Allah. Dosa apa saja yang dikehendaki Allah, akan diampuni. Dan dosa apa saja yang dikehendaki-Nya tidak diampuni akan dibiarkan hingga dibiarkan perkaranya agar tidak ada satu hamba pun yang pada hari itu yang didzalimi.













