• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Kamis, Desember 11, 2025
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Bey Machmudin Kawal Pengiriman 16 Ton RDF ke Pabrik Semen

Bey Machmudin Kawal Pengiriman 16 Ton RDF ke Pabrik Semen

HARI BUMI SEDUNIA

herz by herz
22 April 2024
in Tak Berkategori
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KOTA CIMAHI. BEDAnews.com – Penjabat Gubernur Jabar Bey Machmudin ikut mengantar pengiriman perdana 16 ton refused derived fuel (RDF) terbuat dari sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Santiong, Kota Cimahi.

Ke – 16 ton RDF tersebut dikirimkan ke PT Indocement, yang merupakan pabrik semen di Kabupaten Bogor.

Bey mengapresiasi karena tepat pada peringatan Hari Bumi Sedunia 22 April, Jabar dapat memberikan aksi nyata yang signifikan untuk menyelamatkan bumi.

“Hari ini pengelolaan sampah yang baik itu telah ditunjukkan oleh TPST Santiong, dan telah menjadi pusat inovasi pengelolaan sampah dengan teknologi canggih dan pengolahan berkelanjutan,” ujar Bey Machmudin, Senin (22/4/2024).

BeritaTerkait

Mengungkap Lima Pelajaran Besar dari Musibah Sumatra,Aceh hingga Jawa

11 Desember 2025

Bakamla RI Kirim 70 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Sumatra

11 Desember 2025

Menurut Bey, TPST Santiong Cimahi berhasil mengurangi ketergantungan terhadap TPA Sarimukti yang memang sudah melebihi kapasitas.

TPST Santiong merupakan infrastruktur pengolahan sampah di DAS Citarum kawasan Bandung Raya yang masuk program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project (ISWMP).

“TPST banyak tapi yang terpadu betul dan diolah sampai menjadi RDF baru TPST Sentiong yang pertama di Jawa Barat. Saya berharap hal ini dicontoh dan jadi penyemangat kabupaten dan kota lainnya,” tambah Bey.

TPST Santiong dikembangkan dengan pendekatan ekonomi sirkular. Melalui RDF sampah dikonversi menjadi sumber energi yang memiliki nilai ekonomi. Sehingga pengolahan sampah di TPST Santiong terus berkelanjutan.

RDF juga mendorong konsep _green industry_ yang saat ini mulai banyak diterapkan oleh banyak pabrik di Indonesia.

Selain mengolah sampah plastik jadi RDF, TPST Santiong juga mengolah sampah organik menggunakan magot (magotisasi).

Magot yang dikembangbiakkan untuk mengurai sampah di TPST Santiong jenis black soldier fly, selain menjadi pupuk kompos, larva tersebut juga dapat dijadikan pakan ternak.

Bey Machmudin berupaya terus mencari rumusan terbaik terkait pengelolaan sampah agar bisa bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.

Bey mengingat agar semua pihak tidak cepat berpuas diri dan tetap konsisten mengolah sampah secara mandiri. “Kita harus mengolah sampah dari hulu dari rumah, itu yang penting,” ucapnya.

Sementara itu, Penjabat Wali Kota Cimahi Dicky Saromi mengatakan TPST Santiong punya kapasitas pengolahan sampah 50 ton per hari.

Namun di tahap awal, saat ini baru dicoba sekira 30 ton per hari dan akan dimaksimalkan menjadi 50 ton jika sudah ada kesesuaian pada kinerja mesin dan para pekerjanya.

“Kapasitasnya 50 ton per hari. Tapi kita harus bertahap, jadi sekarang 30 ton dulu. Karena ini berkaitan dengan penyesuaian kerja mesin dan orangnya masih belajar,” kata Dicky.

Jika sudah bisa maksimal menyerap sampah 50 per hari, tambah Dicky, maka secara signifikan TPST Santiong dapat mengurangi sampah di Cimahi yang jumlahnya mencapai 226 ton per hari.

Lebih lanjut Dicky juga segera mempertimbangkan penyerapan hasil RDF untuk beberapa industri yang berlokasi di Kota Cimahi agar kapasitas dan penyerapan hasil pengolahan bisa terakomodasi dengan baik.

“Ke depan kita harapkan Kota Cimahi bisa _zero to TPA_” pungkasnya.@herz

*Caption:
Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin memperingati Hari Bumi dirangkaikan dengan pengiriman perdana refuse derived fuel (RDF) hasil pengolahan sampah TPST Santiong di Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Senin (22/4/2024).

Previous Post

Partisipasi Satgas Pamtas Yonif 726/Tml Sukseskan Pemerataan Pembangunan di Perbatasan RI-PNG

Next Post

Penyusunan RPJPD 2025 – 2045 Jadi Pertaruhan Jabar

Related Posts

Edukasi

Mengungkap Lima Pelajaran Besar dari Musibah Sumatra,Aceh hingga Jawa

11 Desember 2025
TNI-POLRI

Bakamla RI Kirim 70 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Sumatra

11 Desember 2025
Politik

Herman Khaeron Perkuat Wawasan Kebangsaan di Cirebon dan Indramayu

11 Desember 2025
TNI-POLRI

Beri Penghormatan Kepada Arwah Para Pahlawan, Kodim 1710/Mimika Bersama Satuan TNI AD di Timika Gelar Upacara Tabur Bunga Peringati Hari Juang TNI AD Ke-80 TA 2025

11 Desember 2025
TNI-POLRI

Ini Alasan Salah Satu Koperasi Merah Putih di Ngawi Dibangun dengan Pondasi Lebih Tinggi

11 Desember 2025
TNI-POLRI

Sinergi Satgas Gulbencal TNI, Logistik Aman Tiba di Parombunan

11 Desember 2025
Next Post

Penyusunan RPJPD 2025 - 2045 Jadi Pertaruhan Jabar

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021