Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung, Agus Nuria mengatakan pada tahun 2020, Dinas PUTR telah menganggarkan untuk perbaikan, tetapi karena adanya Refocusing (menunda) maka terpaksa ditangguhkan.
Sebagai antisipasi hingga menunggu adanya anggaran, pemerintah setempat menutup lubang-lubang tersebut dengan menggunakan kayu atau material lain untuk menghindari pejalan kaki terperosok ke dalamnya.
Karena menyangkut kebahayaan seharusnya pemerintah memprioritaskan perbaikannya dibanding membangun fasilitas umum lainnya yang sifatnya tidak mendesak. Melihat fakta yang ada, Indonesia saat ini sedang membangun besar-besaran. Ada jalan tol, kereta cepat, bandara, dan lain sebagainya. Lalu kenapa trotoar yang sejatinya adalah kebutuhan rakyat mesti menunggu tersedianya anggaran? Padahal jalan tol, kereta cepat yang menelan biaya sangat besar terus berjalan, dan belum tentu bisa dinikmati masyarakat secara umum karena harus bayar.













