“Tidaklah seorang muslim tertimpa musibah (bencana) berupa kesulitan, kesedihan kegalauan, kesusahan hingga tertusuk duri kecuali Allah pasti menghapus dosa-dosanya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Akan tetapi terhapusnya dosa-dosa dengan tertimpanya musibah, tentu apabila orang tersebut menyikapinya dengan benar. Selain kesabaran harus pula dengan perenungan.
Pertama, problem mendasarnya karena pemerintah berorientasi pada pembangunan saja. Di mana tolok ukurnya untung dan rugi. Sementara lingkungan dan keselamatan rakyat tidak diutamakan. Dengan pembangunan infrastruktur yang masif hingga menutup daerah bukaan atau resapan air. Hal itu membuat penyedotan air tanah yang tidak terkendali. Akibatnya terjadi penurunan muka tanah dengan cepat.
Kedua, banjir juga bisa terjadi akibat dari kurang pekanya kesadaran masyarakat untuk hidup sehat dan menghargai lingkungan. Dengan ringannya membuang sampah ke sungai. Hal ini tentu membuat saluran air tidak lagi mampu mengalir sesuai kapasitas. Di tambah curah hujan yang semakin membesar, hingga terjadilah banjir. Mestinya pemerintah melakukan rehabilitasi saluran air dan menata kembali jaringan di dalamnya secara terpadu. Hingga air dipastikan dapat mengalir.













