Pertama, Kesiapan Niat dan Spiritual; Belajar adalah ibadah. Niat yang lurus karena Allah SWT menjadi fondasi utama. Ilmu tanpa niat yang benar akan kehilangan keberkahannya. Ralullah bersabda:
Maknanya: Segala amal termasuk belajar dan mengajar ditentukan oleh niatnya. Jika niat belajar semata-mata untuk Allah, maka ilmu menjadi ibadah dan membawa keberkahan. Namun jika niatnya hanya duniawi, ilmu kehilangan nilai ruhaniahnya. (HR. Bukhari dan Muslim).
Fiman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
Maknanya: Allah memerintahkan keikhlasan dalam setiap amal. Belajar yang diawali dengan niat ikhlas akan menumbuhkan ketenangan jiwa dan menjadikan ilmu bermanfaat. (QS. Al-Bayyinah: 5)
Kedua, Kesiapan Mental dan Intelektual; Kesiapan mental dan intelektual adalah kondisi siap secara psikis dan kemampuan berpikir untuk menghadapi tantangan, melibatkan aspek emosi (kepercayaan diri, motivasi), kognitif (berpikir kritis, logis, memecahkan masalah), serta perilaku (manajemen waktu, adaptasi) agar mampu belajar, mengambil keputusan, dan mengatasi tekanan secara efektif, bukan hanya soal IQ tinggi, tetapi kemampuan mengelola diri dan pikiran untuk berfungsi optimal dalam situasi baru atau sulit. Untuk itu, belajar membutuhkan kecerdasan, semangat, dan ketekunan. Tanpa kesungguhan, ilmu berhenti di permukaan dan tidak berbuah dalam amal.











