“Disamping tugas pokok Satgas sebagai pengaman perbatasan RI-PNG, kami juga melaksanakan pembinaan teritorial salah satunya memberikan bantuan mengajar kepada anak-anak dalam rangka memberantas buta aksara,” ungkap Dansatgas.
Melihat kondisi anak-anak yang tidak dapat bersekolah membuat Satgas Yonif 143/TWEJ tergerak memberikan sumbangsihnya kepada masyarakat untuk memberikan ilmu agar mereka dapat belajar sebagaimana anak-anak yang berada di wilayah lain. “Kondisi wilayah yang belum terdapat sarana pendidikan berupa gedung sekolah dan akses lalulintas yang sulit membuat mereka tidak dapat bersekolah,” jelas Dansatgas.
Kegiatan Gadik yang dipimpin oleh Serda Anggi Ferdinan tersebut bertujuan untuk memberi motivasi kepada mereka untuk belajar setiap hari dengan anggota Satgas sebagai tenaga pengajarnya. “Sebagai wujud komitmen Satgas turut membantu pemerintah daerah telah kami rencanakan memberi bantuan mengajar dengan meminta bantuan aparat kampung untuk menyiapkan tempat sebagai sekolah darurat,” tambah Dansatgas.













