“Doa dipimpin oleh Wakil Ketua MUI Kota Bandung, KH. Maftuh Khalil secara muslim, namun agama-agama lain, lintas agama mereka melaksanakan doa dengan cara masing-masing,” lanjutnya.
“Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) pun mengikuti kegiatan ini, mereka hadir dan mendukung pelaksanaan doa bersama, juga dengan unsur lintas agama, kemudian Ormas Islam yang ada di Kota Bandung,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kemenag Kota Bandung, Tedi Ahmad Junaedi mengatakan, visi Kota Bandung agamis mencerminkan bahwa internalisasi dan transformasi nilai-nilai agama dapat dilakukan oleh pemerintah pada wilayah publik. Sehingga, mental spiritual semakin kokoh sebagai landasan dalam membangun peradaban.
“Oleh karena itu pada hari yang mulia ini kita berkumpul dalam satu majelis doa untuk memperkuat berbagai usaha yang telah dan akan terus dilakukan (menghadapi pandemi Covid-19). Meski masing-masing kita berpisah tempat namun hati dan batin kita berada dalam majelis yang satu, majelis yang akan mengantarkan kepada kita untuk semakin kuat dan tegar dalam menghadapi musibah ini,” katanya.













