• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Minggu, November 8, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home ยป Bengkulu Berguru Masalah Pendidikan Ke DPRD Jabar

Bengkulu Berguru Masalah Pendidikan Ke DPRD Jabar

Asep Budi by Asep Budi
27 Februari 2013
in Tak Berkategori
7
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, BEDAnews

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah provinsi Bengkulu, berguru ke DPRD Jawa Barat untuk lebih banyak mempelajari masalah pendidikan gratis yang telah diterapkan di Jawa Barat, dan rombongan diterima anggota DPRD H. Ricky Kurniawan, Lc. anggota Komisi E DPRD Jawa Barat di ruang rapat Badan Kehormatan DPRD Jawa Barat, Rabu (27/2).

Dikatakan Ricky, DPRD Provinsi Bengkulu saat ini tengah menyusun perda pendidikan gratis dari tingkat SD hingga tingkat SMA, yang mereka sebut sebagai Perda SMS (semua mesti sekolah).

“Ekspektasi mereka terhadap Jabar cukup kita apresiasi lah, karena Jabar telah memiliki Perda itu, memang kita telah punya perda sejak tahun 2008, itu terkait dengan perda pendidikan gratis yang lebih kepada pendidikan dasar, sementara mereka merencanakan pendidikan gratis hingga SMA,” terangnya.

Ricky mengungkapkan, saat ini kita (DPRD) punya banyak hal yang harus disikapi diantaranya wacana masalah pendidikan 12 tahun, masalah keputusan MK tentang pembubaran RSBI.

Diungkapkan Ricky, mereka juga belajar mengenai masalah bantuan keuangan untuk kabupaten dan kota, termasuk juga masalah anggaran pendidikan 20 persen. “Apakah  itu termasuk belanja tidak langsung atau tidak, ada wacana 20 persen itu tidak termasuk belanja tidak langsung, gaji tidak termasuk didalamnya, untuk pendidikan diluar gaji. Ini juga kita sedang menuju tahap itu,” katanya.

Ricky menambahkan, mereka juga punya wacana yang baik tentang masalah SMS itu, tetapi juga mereka kesulitan masalah koordinasi antara kabupaten kota yang kurang koordinatif. “Walaupun kita juga sudah ada PP 19 yang hirarkis itu, tetapi dalam banyak hal mereka juga cukup mengeluhkan masalah itu,” ungkapnya. (hermanto)

BeritaTerkait

Metamorfosa (Pelajaran) dari Joko Widodo (1)

8 November 2026

Republik di Balik Barikade: Menghitung Nalar Demokrasi di Bawah Bayang-Bayang Sepatu Laras

8 November 2026
Previous Post

Pendidikan Gratis Hingga SMA, Bukan Keputusan Gubernur Sendiri

Next Post

KPUD Jabar Diminta Hentikan Penghitungan Sementara

Related Posts

Ragam

Metamorfosa (Pelajaran) dari Joko Widodo (1)

8 November 2026
Ragam

Republik di Balik Barikade: Menghitung Nalar Demokrasi di Bawah Bayang-Bayang Sepatu Laras

8 November 2026
Ragam

DPRD Kabupaten Sukabumi Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Komisi Pemilihan Umum Ke-73

8 November 2026
TNI-POLRI

Danrem Erwin Jabat Danup Pemakaman Sertu Heri, Prajurit TNI AD yang Gugur dalam Misi Karhutla

8 November 2026
TNI-POLRI

Kasad Pimpin Pemakaman Sertu Anumerta Heri Prasetyo di TMP Trenggalek

8 November 2026
Ragam

Santrawan Paparang: Jangan Biarkan Polemik Ijazah Jokowi Menggantung, Uji Independen Diperlukan

8 November 2026
Next Post

KPUD Jabar Diminta Hentikan Penghitungan Sementara

Please login to join discussion

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021