Namun menurutnya, kemampuan desa beragam, ada desa dengan pendapatan tinggi seperti Karawang, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi karena memiliki banyak sentra industri serta harga tanah yang tinggi.
“Sementara tanah desa pada umumnya seperti di wilayah Priangan, Jabar Selatan atau Pantura tidak bisa memberikan pendapatan yang signifikan tidak bisa menjadi andalan, karena masuk tanah bengkok/tanah carik sehingga tidak bisa menjadi tambahan APBDes,” tuturnya.
Bedi menegaskan pihaknya akan memperjuangkan aspirasi Kades dengan kisaran 7-10% dari anggaran Desa.
“Aspirasi para Kades ini akan kami jadikan nota Komisi I DPRD Jabar untuk kami perjuangkan di rapat paripurna, dan diusulkan ke Pemerintah Pusat utk regulasinya tandasnya. Sontak sambutan Bedi tersebut disambut antusias oleh ratusan Kepala Desa yang hadir.













