Sekolah asal Fery sendiri berjarak sekitar empat kilometer dari fasilitas operasi hulu migas yang dikelola Pertamina EP Tanjung Field, salah satu afiliasi PHI.
Di tengah keterbatasan, Fery mengaku dukungan keluarga menjadi sumber kekuatan utama. Nasihat orang tua untuk berpikir positif, ikhlas, dan selalu bersyukur ia pegang teguh, termasuk saat mengikuti rangkaian seleksi BSBK.
Menurutnya, proses seleksi bukan sekadar penilaian akademik, melainkan pelajaran tentang ketekunan dan kesiapan mental menghadapi hasil apa pun.
“Kalaupun tidak lolos, saya sudah menyiapkan alternatif, termasuk bekerja agar tidak membebani orang tua,” ujarnya.
Keyakinan bahwa setiap usaha akan menemukan jalannya membuat semangatnya tak pernah surut.
Kini, setelah resmi menjadi bagian dari penerima Beasiswa Sobat Bumi Kalimantan, Fery bertekad memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal. Ia berharap dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu, memperluas wawasan, serta berkontribusi nyata bagi masyarakat.













