Sementara itu, Direktur Utama PHI, Sunaryanto menambahkan bahwa, proyek ini tidak hanya merepresentasikan pembangunan fasilitas offshore, namun juga kemampuan industri nasional dalam menghadirkan praktik rekayasa terbaik. Dengan kapasitas desain 20–25 MMSCFD per platform, Sisi Nubi AOI diharapkan meningkatkan kontribusi gas dan kondensat PHM terhadap ketahanan energi Indonesia.
Rangkaian milestone proyek ini berlangsung sejak pemotongan baja pertama di Tanjung Pinang pada 15 Januari 2024, diikuti sail away enam jacket pada akhir 2024, instalasi struktur bawah laut hingga awal 2025, dan pemasangan topside pada Mei–Juni 2025.
Pengeboran sumur SS-401 dan SS-406 dilakukan sejak 13 Agustus hingga 5 November 2025, dilanjutkan well connection, intervention, hingga start-up sampai masa onstream.













