Penyelesaian sumur juga didukung teknologi single-trip multi-zones gravel pack sand control dan multi-zone packer isolation, yang memungkinkan pengendalian pasir dan isolasi beberapa zona reservoir untuk produksi selektif.
Setyo menambahkan, keberhasilan ini membuka jalan bagi tahapan produksi berikutnya mengingat pengeboran lanjutan tengah dilakukan menggunakan dua Jack-Up Rig di dua platform berbeda. “Saya optimistis Sisi Nubi AOI dapat menjadi benchmark bagi proyek-proyek hulu migas lainnya,” ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Utama PHE, Awang Lazuardi menegaskan bahwa, Subholding Upstream berkomitmen terus berinvestasi pada proyek-proyek hulu migas berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG). Ia menilai, inovasi dan kompetensi pekerja menjadi kunci dalam menjaga produksi lapangan-lapangan mature.












