Analisis dari beberapa akademisi mengkonfirmasi bahwa tekanan ekonomi sering menjadi katalis, namun bukan satu-satunya pemicu. Banyak orang yang hidup di bawah garis kemiskinan tetap berjuang dengan cara yang halal. Faktor lingkungan sosial dan perilaku kelompok justru lebih dominan. Keberanian untuk melakukan kejahatan lahir dari kumpulan orang-orang dengan tujuan yang sama, diperkuat oleh pengaruh zat adiktif yang menumpulkan nalar.
Respon pemerintah terhadap fenomena ini tak kalah kontroversial. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengumumkan sayembara untuk masyarakat yang berhasil menangkap begal akan mendapat hadiah Rp5–50 juta. Bahkan, ada usulan penempatan aparat bersenjata di titik-titik rawan. Kebijakan ini memicu perdebatan sengit. Di satu sisi, ini adalah bentuk kepanikan dan ketidakberdayaan negara. Di sisi lain, ini adalah pengakuan bahwa sistem yang ada telah gagal.













