Selain itu, lanjutnya, data model 3D dapat dimanfaatkan dalam pengawasan pembangunan dilapangan bila dikaitkan dengan perijinan bangunan yang telah ditertibkan.

“Dalam pemanfaatan data-data spasial tersebut, baik peta dasar maupun data vektor model 3D city, Distaru telah mengambangkan suatu aplikasi sistem informasi geografis berbasis web yang dikenal dengan nama Bandung Smart Map Plus (BSM+). Ini dikembangkan sebagai map service untuk dapat diakses oleh dinas terkait mapun masyarakat luas dengan tingkat aksesibilitas yang disesuaikan dengan kebutuhan,” jelasnya.
Sedangkan Kepala Bidang Pengambangan Kelembagaan dan Informasi Geospasial Badan Infdormasi Geospasial, Aris Haryanto mengungkapkan, sistem yang milik Pemkot Bandung sudah cukup baik. Menurutnya, informasi geospasial terbagi dua jenis yakni geospasial dasar antara laun pemukiman, hutan, sungai, jalan, ketinggian dan toponim.













