Aspek pendataan seperti ini, menurut Ema memiliki daya tarik bagi para investor dalam aspek ruang dan keseimbangan peta. Di samping itu, memiliki mafaat dalam Ruang Terbuka Hijau (RTH), sehingga ruang publik di Kota Bandung lebih banyak dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
“intinya harus dipahami oleh masyarakat. Kewilayahan harus membagikan informasi seperti ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain mengatakan, pada tahun 2017 pihaknya telah membangun model bangunan 3 dimensi (3D City) yang dapat dipergunakan untuk data perencaan tata ruang kota. Termasuk menghitung potensi pajak bumi dan bangunan, sehingga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Paerah (PAD) Kota Bandung dari aspek pajak.













