“Belum kita rilis karena masih dimatangkan dengan FGD. Penyusunan awal dari survei dan teori yang ada, itu melibatkan para ahlinya. Ini sudah selesai dari tahun kemarin dan semoga tahun depan bisa FGD,” beber Sihar.
Menurut Sihar, dokumen kontingensi gempa memuat secara lengkap perihal informasi kebencanaan yang terdeteksi bisa terjadi atau bahkan berdampak pada Kota Bandung. Kemudian dilengkapi juga dengan mitigasi kebencanaan serta tindakan apabila terjadi gempa.
“Dokumen kontingensi itu adalah dokumen perencanaan bila sesuatu yang tidak terkirakan waktunya tapi kita bisa duga itu terjadi. Seperti misalnya kalau gempa di Kota Bandung penduduk daerah mana larinya ke mana. Lalu titik kumpulnya itu di mana. Kemudian rencana bantuannya seperti apa,” jelasnya.












