Dari penelusuran Humas Kota Bandung, saung ini didirikan pada tahun 1966 oleh Udjo Ngalagena dan istrinya Uum Sumiati. Tujuan awalnya ingin melestarikan dan memelihara seni dan kebudayaan tradisional Sunda.
Udjo Ngalagena, seorang pengrajin tradisional, membangun tempat itu pada tahun 1966 sebagai sarana untuk memberi kembali kepada masyarakat.
Dengan suasana tempat yang segar udaranya dan dikelilingi oleh pohon-pohon bambu, dari kerajinan bambu dan interior bambu sampai alat musik bambu.
Di samping pertunjukan rutin setiap sore, Saung Angklung Udjo telah berkali-kali mengadakan pertunjukan khusus yang dilakukan pada pagi atau siang hari.
Tak hanya di tingkat lokal, Saung Angklung Udjo juga telah menorehkan rekor dunia pada 9 Juli 2011 lalu.
Berkat dukungan Saung Udjo, ansambel angklung terbesar, yang dimainkan 5.182 orang di National Mall Washington, DC, Amerika Serikat, telah memecahkan rekor dunia dan tercatat dalam The World Guinness Book of the Record.













