“Kami berharap agar kerja sama dan capacity building bersama Australian Border Force dapat terus berlanjut dalam mengawal perbatasan Negara dari berbagai tindak pidana kejahatan di laut,” ujar Laksma Bakamla Friche Flack, M.Tr.Opsla.
Sementara itu Deputy Commander, Maritime Border Command ABF Benjamin Honey menegaskan merupakan suatu kehormatan berada di Kupang bekerja sama dengan Bakamla RI dan KKP dalam rangka Operation Gannet 7 tahun 2023. “Ada beberapa tantangan yang dihadapi kedua negara di perbatasan yakni masalah penyelundupan, imigran asing dan illegal fishing, sehingga diperlukan kerja sama dalam penegakan hukum,” katanya.
Adapun asset patroli yang terlibat pada operasi Gannet 7 Tahun 2023 selama 10 hari kedepan yakni KN Pulau Nipah 321 milik Bakamla RI, KP Orca 1 dan 1 Maritime Airborne Surveillance (Pesawat Udara Patroli) dari Dirjen PSDKP, KKP, serta ADV Cape Naturaliste dan 1 Pesawat Udara Patroli dari ABF. (Humas Bakamla RI)













