Tidak hanya itu, Ketut pun menegaskan meskipun inflasi di Papua masih berada dibawah inflasi nasional namun yang terpenting adalah menjaga harga pangan dalam batas wajar meskipun diatas harga acuan pemerintah.
“Kita duduk bersama disini berkolaborasi untuk mengendalikan harga. Perlu petakan wilayah masing-masing dapat barang darimana dari distributor ke berapa, ini bisa dipotong dari D2 ke D1 langsung sehingga harga bisa ditekan. Ini masih bisa diupayakan untuk memotong rantai distribusi,” harapnya.
Sementara itu, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa mengatakan, jika permasalahan menyeluruh di kawasan timur Indonesia adalah ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar kawasan. Sebagai langkah kongkrit, Hendrik menjelaskan pihaknya sudah menjalankan solusi jangka pendek yaitu dengan memperkuat kolaborasi bersama para produsen dan juga pemerintah pusat terkait biaya logistik.












