“Hasil penjualan dan pendapatan lainnya dikelola melalui administrasi arus kas, pemeriksaan rutin pembukuan, serta prosedur yang memastikan pertanggungjawaban. Setiap pengeluaran diatur melalui rencana bulanan, manajemen kas kecil, prosedur pembayaran ke pemasok, dan sistem penggajian yang sehat agar UMKM dapat terus eksis,” jelas Achmad Fauzi.
Gizi berkualitas adalah investasi besar bagi bangsa Indonesia untuk masa mendatang. Melalui keterlibatan UMKM, program ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan stunting dan gizi buruk. Tak hanya itu, MBG juga dirancang untuk membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
Kedepannya, kegiatan sosialisasi dan pelatihan seperti ini akan terus digelar di berbagai daerah sebagai bagian dari komitmen BGN dalam menggerakkan partisipasi masyarakat dan pelaku usaha untuk mendukung implementasi MBG secara nasional.












