
Pertumbuhan kredit tersebut berhasil dicapai akibat kualitas kredit yang diberikan dapat dijaga, di mana angka kredit macet dan bermasalah (Non Performing Loan/NPL) bank bjb juga ditekan pada kisaran 1,65% yang juga di bawah rata-rata industri perbankan nasional yang tercatat 3,80% (per-Maret 2020).
Selain itu, fakta bahwa profil captive market kredit konsumer yang didominasi para aparatur sipil negara (ASN) membuat bank bjb semakin di atas angin. Seperti diketahui, para ASN merupakan salah satu kelompok yang paling kuat dan tahan terhadap ancaman krisis ekonomi selama COVID-19.
“Catatan positif yang dibubuhkan perseroan ini menunjukan kekuatan kinerja perusahaan di tengah gempuran perlambatan ekonomi akibat pandemi COVID-19. Hasil positif ini diiringi dengan serangkaian inovasi dan pengembangan berbagai produk dan jasa layanan perseroan demi menjaga keberlanjutan usaha yang konsisten,” ujar Yuddy.











