Menurutnya, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak harus taktis mengurus mereka ketimbang hanya bekerja di kantor.
“Tugas kita jangan lagi administratif, contoh bidang pemberdayaan dan perempuan di Kota Bandung masih ibu-ibu yang bawa anaknya berjualan pada jam sekolah dan jadi problem jangka panjang, itu kan tidak dibenahi, saya ingin taktis tidak hanya administratif yang teriak di mana-mana pemberdayaan perempuan,” paparnya.
Pemda Provinsi Jabar juga diminta menjadi lokomotif perubahan bagi 27 pemda kabupaten/kota. Dedi ingin Pemdaprov taktis dalam hal inovasi maupun efisiensi anggaran yang akan menjadi contoh bagi kabupaten/kotanya.
Terbukti, saat dirinya turun ke lapangan menangani masalah lingkungan, bupati/ wali kota turut mengikuti langkah yang dilakukannya. Menurut Dedi, hal yang lebih nyata sangat dibutuhkan dalam mempercepat pembangunan.











