Pada penutupan ART SURA 2025, Wali Kota Surakarta, Respati Ardi menyampaikan sebuah Monolog Seni Rupa. “Sembilan hari kita rayakan ini. Tapi dampaknya ingin kami jaga jauh lebih lama. Kami tidak sedang membuat festival. Kami sedang membangun ingatan bersama. ART SURA adalah nafas seni rupa dan budaya yang lahir dari kota Surakarta,” tandasnya.
“ART SURA 2025 Melibatkan 172 seniman, lebih dari 300 karya seni, pelajar pun turut berpartisipasi, ruang diskusi kesenian dihidupkan, penyebarannya pun tak hanya di sini, namun Museum Keris, Museum Radya Pustaka, Lokananta, Rumah Budaya Kratonan, hingga Headroom Coffee turut merayakan peristiwa budaya ini,” imbuhnya.
Pada ART SURA 2025, konsep desentralisasi pameran pun dikenalkan di Surakarta, dimana selama sembilan hari, Taman Balekambang menjadi titik pusat pameran, sementara itu juga dibuat titik kunjung di Museum dan Rumah Budaya di Kota Solo. Melalui daily tour dan program kerjasama, ART SURA 2025 mengajak seluruh ekosistem seni rupa dan budaya di Surakarta turut merasakan ‘ambience’ dan perayaan seni dan budaya.











