“Implementasinya begini. Misalnya kita lihat di mana wilayah yang paling terdapat pekerja perempuan, yang mereka juga menjadi kepala keluarga, di mana kepala keluarga yang paling miskin, di mana daerah yang akses transportasinya masih kurang, dan sebagainya. Dari data itu kita bisa menentukan di mana baiknya kalau misalkan Pemkot Bandung mau menyediakan bus khusus perempuan,” beber Wakil Wali Kota Bandung.
Ia menginstruksikan jajarannya untuk terus memperbaharui data-data yang dibutuhkan untuk pengembangan aplikasi ini. Semakin lengkap data yang diterima, menurutnya akan semakin tinggi kualitas kebijakan yang bisa diambil oleh pimpinan daerah. (Alief)













