Chief of Gender Equity Thematic Group Sonomi Tanaka mengaku telah berupaya untuk menjadikan sistem ini sebagai media yang mempermudah peningkatan kualitas pembangunan, terutama dalam memperhatikan isu-isu gender.
“Kami sudah tidak sabar ingin melihat bagaimana aplikasi ini bisa diimplementasikan dan dimanfaatkan untuk perencanaan kota,” ujar Sonomi.
Pada sistem terbaru ini, ada empat dimensi pengarusutamaan gender, yaitu mobilitas, aksesibilitas, partisipasi, serta keamanan dan keselamatan. Penerjemahan dimensi itu harus didukung dengan penggunaan data untuk memberikan pengertian yang lebih mendalam tentang konteks dan tantangan yang dihadapi perempuan yang hidup di perkotaan.

Wakil Wali Kota Bandung mengaku senang dan amat mengapresiasi bantuan ADB dalam memberikan masukan sekaligus dukungan untuk menciptakan pembangunan kota yang memperhatikan sisi-sisi humanis penghuninya. Pihaknya akan langsung menggunakan aplikasi tersebut untuk mendasari keputusan pembangunan di Kota Bandung.













