• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Kamis, Mei 7, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Antara Negara Hukum dan Bangsanya yang Tak Taat Hukum: Analisa Aksi Demo Anarkis Di Indonesia

Antara Negara Hukum dan Bangsanya yang Tak Taat Hukum: Analisa Aksi Demo Anarkis Di Indonesia

Hargib by Hargib
31 Agustus 2025
in Edukasi, Headline, Hukum
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kembali ke masalah budaya hukum: bahkan tanpa dimediasi platform, penegakan hukum yang tidak konsisten juga memupuk ketidakpercayaan. Ketika koruptor atau pelanggar elite tampak luput dari hukuman sementara rakyat kecil dihukum keras, wacana “hukum tarik-ulur” menguat. Kepatuhan tidak tumbuh dari takut semata; ia tumbuh dari keyakinan bahwa hukum berlaku untuk semua. Tanpa keadilan substantif, hukum menjadi instrumen yang mudah dipertanyakan legitimasi dan efektivitasnya.

Apa yang perlu dilakukan? Pertama, penegakan hukum harus konsisten, cepat, dan transparan. Kasus pengrusakan atau pembakaran fasilitas publik harus diusut tuntas—dengan bukti yang dipublikasikan secara berkala—sementara setiap dugaan pelanggaran aparat juga harus diselidiki tanpa pandang bulu. Transparansi itu penting untuk membangun kembali kepercayaan publik. Kedua, pemerintah dan parlemen harus membuka ruang dialog yang nyata—bukan seremonial—dengan publik: dengar pendapat terbuka, pembentukan panel ad hoc untuk meninjau tunjangan, dan mekanisme pengaduan yang berefek nyata. Ketiga, regulasi platform harus memperjelas tanggung jawab dan prosedur darurat saat terjadi kekerasan massal: jalur komunikasi dan tindakan cepat antara Kominfo, penegak hukum, dan platform, termasuk standar bukti dan prosedur banding untuk menghindari penyalahgunaan. Keempat, kampanye literasi digital dan pendidikan budaya hukum perlu dipercepat — dari sekolah dasar hingga komunitas dewasa — agar generasi berikutnya memahami konsekuensi hukum dan etika dari tindakan publik, serta bagaimana memanfaatkan ruang digital secara bertanggung jawab.

BeritaTerkait

Raih Doktor Ke-1.139, Ai Deudeu Maria Dewi Pertahankan Disertasi di UIN SGD Bandung

6 Mei 2026

Ditjen Badilum Gelar Bimtek Pertama Tahun 2026 Di Pengadilan Tinggi Bandung

6 Mei 2026
Page 5 of 6
Prev1...456Next
Tags: anarkisDemokrasiDemontrasi anarkisIndonesiaNegara hukumtak taat hukum
Previous Post

Peduli Terhadap Generasi Muda, Babinsa Sosialisasi Bahaya Narkoba

Next Post

TNI Gelar Doa Bersama Untuk Keselamatan Bangsa

Related Posts

Edukasi

Raih Doktor Ke-1.139, Ai Deudeu Maria Dewi Pertahankan Disertasi di UIN SGD Bandung

6 Mei 2026
Hukum

Ditjen Badilum Gelar Bimtek Pertama Tahun 2026 Di Pengadilan Tinggi Bandung

6 Mei 2026
Ekonomi

Validasi Data Wajib Pajak Merupakan Hal Krusial

5 Mei 2026
Ekonomi

Pembangunan Rumah Panggung di Kota Bekasi Diharapkan Terus Berlanjut

5 Mei 2026
Headline

Silaturahmi Akbar KAHMI–FORHATI Kab.Bandung: Empat Pilar Utama Arah HMI Menuju Indonesia Emas 2045

5 Mei 2026
Edukasi

Manifesto May Day  2026  Dan Elegi ‘Gerbong Surga’

4 Mei 2026
Next Post

TNI Gelar Doa Bersama Untuk Keselamatan Bangsa

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021