Tokoh Muda NU yang juga pemerhati masalah sosial Jakarta itu menambahkan bahwa, Gerakan setiap ASN (Aparatur Sipil Negara) DKI Jakarta menyediakan dan menyumbangkan satu APAR untuk pemukiman padat di lingkungan tugasnya atau wilayah binaannya, bisa meningkatkan dan menumbuhkan peran aktif ASN dalam pelayanan publik non-birokratis.
“Gerakan ini bisa menjadi program percontohan nasional. Sinergikan dengan program JakFire Dinas Gulkarmat (Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan) DKI Jakarta. Pak Gubernur bisa memanfaat kan Gerakan ini menjadi contoh konkret gerakan mitigasi partisipatif, igerakkan secara sistemik lintas OPD,” ungkapnya.
Kebakaran di wilayah pemukiman padat penduduk di Jakarta meningkat belakangan ini dominan disinyalir penyebabnya adalah korsleting Listrik. Hal tersebut diperparah dengan kepadatan dan tata ruang yang mana banyak permukiman tidak memiliki akses jalan bagi mobil pemadam. Selain itu Kesadaran masyarakat masih rendah Dimana banyak ditemui warga yang belum memahami standar keamanan listrik dan cara penanganan api awal. Kebakaran cepat juga meluas karena material bangunan semi permanen dan jarak rumah yang sangat rapat. Diperparah dengan minimnya alat pemadam, kebanyakan rumah tidak memiliki APAR.













