“Pengalaman dirinya mengajarkan kepada para mahasiswa Al-Azhar tentang pentingnya guru spiritual selama di Mesir, di samping guru yang mengajarkan berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang mendalam. Keilmuan mereka betul-betul dibuktikan dengan karya yang bisa kita pelajari sampai saat ini dengan sanad yang valid dan bersambung,” ungkap KH. Zuhrul Anam saat memberikan sambutan.
Sedangkan KH. Faiz Syukron Makmun yang akrap disapa Gus Faiz menceritakan tentang dinamika belajar para mahasiswa Al-Azhar dari masa ke masa. “Ada suatu fase di mana rasionalitas atau bahkan liberalisme menjadi tren pemikiran mereka, ada juga fase lain di mana mereka terlibat dalam talaqqi dan tenggelam dalam ajaran-ajaran spiritualitas. Penting bagi generasi sekarang untuk bisa menyeimbangkan semua itu,” tandasnya.













