Bandung, BEDAnews
Perhimpunan aktifis mahasiswa (PENA) 98 menyatakan dukungan kepada Calon presiden (Capres) petahana 01 Jokowi di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Mereka beralasan pilihan dijatuhkan kepada Jokowi karena tidak memiliki catatan kriminal kejahatan Hak Asasi Manusia (HAM) dibandingkan Capres 02 Prabowo Subianto.
Presidium PENA 98, Rafael Situmorang menjelaskan, keputusan tersebut diambil berdasarkan urung rembug dari tingkat Nasional. Bila terpilih jadi presiden untuk keduakalinya, ia berharap Jokowi dapat melanjutkan penanganan kasus HAM dari empat tahun ke belakang.
“Kita belum puas dengan penanganan sekarang, kita realistis belum puas. Namun 02 sudah tidak mungkin ada ruang. Dalam pertarungan itu kan pasti ada pilihan,” ujar Rafael di Bandung Jawa Barat, Kamis(14/3).













