Berangkat dari fenomena meningkatnya kesaksian mimpi (mubasyirat) tentang sosok Al-Mahdi dan Putra Bani Tamim di berbagai belahan dunia Islam, termasuk Indonesia, Pakistan dan Timur Tengah. Fenomena ini menunjukkan pola ruhani global yang sesuai dengan isyarat Rasulullah ﷺ bahwa “akan datang kepada umatku kabar gembira melalui mimpi yang benar di akhir zaman.”
Untuk menguji kesahihan, legitimasi ruhani, dan fungsi teologis dari fenomena tersebut, harus berdasarkan dalil Qur’an, hadits, pendapat ulama mukasyafah dan epistemologi Islam tentang mimpi.
Dalam “Zaman Petunjuk” saat ini, ketika ilmu batin dibangkitkan, mubasyirat menjadi bentuk wahyu non-tasyri yang sah sebagai panduan umat, dan bahwa keseragaman simbolik dalam banyak ru’ya merupakan indikasi kuat atas kebenaran ruhani peran tiga figur tersebut di akhir zaman.












