“Kondisi seperti ini harus segera kita antisipasi, jangan sampai kita kalah cepat dari kelompok kelompok radikal yang berusaha melakukan aksi untuk mengganggu stabilitas keamanan wilayah maupun nasional,” ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakan bahwa, akhir akhir ini disinyalir telah banyak bermunculan pengikut paham radikalisme agama yang memiliki paham keagamaan yang fanatik atau ekstrim dan dalam mengaktualisasikannya tidak jarang dengan menggunakan cara kekerasan.
“Kita harus memaksimalkan kinerja aparat intel di lapangan, lakukan koordinasi secara terpadu dengan aparat teritorial serta melakukan kegiatan pembinaan mental dan hukum. Optimalkan peran Babinsa di wilayah masing-masing untuk meminimalisir kemungkinan masuk dan berkembangnya kelompok-kelompok radikal dalam masyarakat,” tegasnya.













