Temuan ini menjadi perhatian serius, mengingat kondisi tanah yang labil dapat berubah sewaktu-waktu apabila diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
Untuk membuka kembali akses jalan, tim gabungan menerjunkan satu unit alat berat guna menyingkirkan material batu berukuran kecil dan tanah yang menutup badan jalan. Sedangkan batu berukuran besar yang menjadi penyebab utama penutupan total akan dipecah menggunakan alat breaker. Namun demikian, operasional breaker akan diuji terlebih dahulu guna memastikan getaran yang ditimbulkan tidak memicu runtuhan material tambahan dari bagian atas lereng.
Dandim 0806/Trenggalek bersama Kalak BPBD berharap, proses penanganan dapat berjalan lancar dan tetap mengedepankan faktor keselamatan.
Dengan sinergi TNI, BPBD dan unsur terkait, diharapkan jalur nasional Trenggalek–Ponorogo, segera dapat dilalui kembali sehingga arus lalu lintas dari kedua arah kembali normal dan aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu. (Red).












