Dandim 0806/Trenggalek menegaskan, sebelum proses pembersihan dilakukan, tim gabungan terlebih dahulu melaksanakan asesmen dan pemetaan kondisi di sekitar lokasi longsor. “Langkah ini penting untuk mengetahui tingkat kerawanan lereng, potensi longsor susulan, serta menentukan metode penanganan yang aman bagi personel dan pengguna jalan,” terang Letkol Roy.
Sementara itu, Kalak BPBD Trenggalek menjelaskan bahwa, tim dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan telah melakukan pemantauan langsung dari atas lereng. Selain itu, pengawasan juga diperkuat menggunakan drone guna memperoleh gambaran detail struktur tanah dan kontur tebing di sekitar titik longsor.
“Dari hasil pemantauan, kami menemukan beberapa jalur aliran air. Jalur tersebut bisa memperparah kondisi lereng jika terjadi hujan deras karena alirannya buntu. Kalau jenuh airnya, bisa berpotensi longsor susulan,” ujar Triadi.












