Pertanyaannya: bisakah Munir membuat lagu lama ini terdengar segar dan, lebih penting lagi, berbuah nyata?
Saya kira kuncinya ada di langkah konkret. Misalnya, soal kualitas wartawan. Pelatihan tidak bisa sekadar seremoni. Sertifikasi jangan jadi proyek administratif, tapi betul-betul meningkatkan kompetensi.
Soal kesejahteraan, ini yang nyaris dianggap tabu. Padahal, wartawan lapar sulit menulis jernih. Media anggota PWI butuh model bisnis baru. Kenapa tidak bicara soal diversifikasi pendapatan? Kenapa tidak berani masuk ke wilayah digital, kolaborasi e-commerce, atau bahkan membangun aplikasi berita yang dikelola bersama?
Dan jangan lupa, sinergi. Dunia pers tidak bisa lagi jalan sendiri. Munir, dengan posisi dan jejaringnya di Antara, punya peluang untuk menjalin kerja sama dengan pemerintah maupun swasta. Jika digarap serius, inilah pintu masuk bagi media untuk bertahan hidup, bahkan berkembang.













